Tambang Pasir Disinyalir Berkedok Percetakan Tambak, Resahkan Warga

oleh

TAKALAR, PETIRNEWS.COM – Tambang pasir yang berlokasi di Lingkungan Anaaong Kel. Pa’bundukang Kec. Polsel Kab. Takalar Sulsel, disinyalir berkedok Percetakan Tambak, dan diduga tidak memiliki izin operasional.

Keberadaan tambang pasir tersebut, dinilai mengganggu warga sekitar dan juga warga merasa dirugikan, pada lahan pesawahan mereka.

loading…

Olehnya sejumlah masyarakat setempat di lingkungan anaaong itu meminta, agar pihak pemerintah Lurah dan pihak kepolisian Polres Takalar, segera menghentikan aktivitas tambang pasir yang berkedok percetakan tambak empang itu, karena berdampak merugikan lahan persawahan, dan juga diduga tidak memiliki izin.

Berdasarkan hasil pantauan Media ini, nampak di lokasi tambang tersebut, telah terjadi adanya kegiatan sedang beraktivitas di tambang pasir dimaksud.

Ambri selaku Pengawas di tambang ini menyebutkan, kalau usaha tambang yang berkedok tambak itu, alatnya warna orange milik Yopy, yang konon anaknya pak Kapolda.

Ambri juga mengakui kalau anak Kapolda tersebut setiap datang mengecek usahanya, selalu dikawal beberapa Anggota Brimob Polda. Ucap Ambri. 5 September 2018.

Lanjut Ambri menyebutkan, bahwa terdapat dua pengusaha tambang di lokasi ini yang satunya milik dg Ngasa belum memiliki izin dan yang satunya lagi milik anak Kapolda yopy yang saya awasi sudah punya izin cuma saya tidak pegang oleh mangung yang diakuinya dari wartawan juga.

Di tempat terpisah di hari yang sama rabu 5/9/2018 pengelola tambang dg Ngasa yang ditemui di rumah warga yang jaraknya tidak jauh dari lokasi tambang mengakui, kalau tambang miliknya itu izinnya sementara proses di Lingkungan hidup Kab. Takalar.

Namun mereka tidak mengakui kalau cara mengelola tambak itu menimbulkan dampak yang dapat merusak lahan warga yang di sekitaranya, karena pihaknya mengelola dengan baik yang nantinya akan menjadi tanah produktif yang dapat dijadikan empang. Kata dg. Ngasa.

Sementara Lurah Pa’bundukan, Abd. Asis, S. Sos, yang ditemui diruang kerjanya juga pada hari yang sama mengakui adanya aktivitas Tambak di wilayah Kelurahanya yang loksinya di lingkungan anaaong dan mengakui sudah memberikan rekomendasi pada pengelola tambak tersebut.

Dan kalau misalnya aktivitas percetakan tambak itu berdampak merusak merugikan warga maka saya selaku pemerintah lurah akan mengambil tindakan menutup menghentikan aktivitas tambak itu. Tegas lurah.

Sumber kembali menyebutkan, ada 20 orang yang menaruh tanda tangan terkait lokasi itu, namun dari 20 orang yang bertanda tangan, hanya 5 orang warga Lingkungan Anoang.

Sementara 15 orang lainnya, diketahi dari warga Lingkungan lain, dan sama sekali tidak memiliki sepetak lahanpun di area lokasi tambang pasir dimaksud.

Kanit res Polsek Polongbangkeng selatan, Aipda Agus yang juga ditemui di ruang kerjanya 5/9/2018 mengatakan, sudah mengambil gambar foto kegiatan tambak yang diduga tidak memiliki izin tersebut dan juga mengakuinya sudah ditindaklanjuti laporanya ke Kasatreskrim polres Takalar.

Hamzhar

Loading...