Petirnews.Bulukumba_ Program Makan Bergizi (MBG) yang disalurkan di Kabupaten Bulukumba kembali mendapat sorotan. Kali ini, di SD 24 Salemba, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujungbulu, diduga tersalurkan pisang yang hampir busuk kepada siswa. Temuan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Al-Ghazali. 13/03/2025
Agung selaku Ketua HMI Komisariat Al-Gazali menilai bahwa kualitas makanan dalam program MBG ini patut dipertanyakan. Mereka bahkan mencurigai adanya dugaan mark-up anggaran dalam pengadaan makanan tersebut.
“Kami menduga adanya permainan anggaran dalam program MBG ini. Seharusnya, program ini benar-benar memberikan makanan yang sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah, bukan justru makanan yang tidak layak konsumsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, mereka mendesak anggota DPRD Kabupaten Bulukumba untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum penyedia makanan MBG yang dinilai lalai dalam menjalankan tugasnya.
“Kasihan anak-anak sekolah. Bukannya mendapatkan asupan bergizi, mereka justru diberikan makanan yang diduga hampir busuk. Jangan sampai program ini hanya dijadikan ajang mencari keuntungan tanpa memperhatikan kualitas makanan yang diberikan,” tegasnya.
Agung Selaku Aktivis HMI berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap program MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka menuntut transparansi dalam proses pengadaan dan distribusi makanan demi memastikan kesejahteraan anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat program ini.
Adapun tanggapan dari wakil ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp,” Mereka harus menyiapkan menu MBG yang berkualitas, fress, segar, bersih dan memenuhi standar Gizi yang sudah di tentukan oleh SPPI nya”.